Lampung – Monitoring anggaran dana desa yang dipimpin langsung oleh camat krui selatan, Drs. Miswandi Hasan M.Si beserta jajarannya juga di hadiri oleh Babin Kamtibmas, Babinsa ketua LHP, jajaran perangkat pekon serta masyarakat, Senin (17/6/2019)
Camat krui selatan, Drs. Miswandi Hasan M. Si mengatakan monitoring yang dilakukan oleh kecamatan Krui Selatan di Pekon Mandiri Sejati sekaligus mengevaluasi kinerja selama ini baik dalam hal pelayanan maupun pembangunan fisik, terutama yang mengunakan anggaran dana desa di tahun 2019, sesuai dengan adanya surat edaran dari Bupati Pesisir Barat No : 412/B16/1v.12/2019 tertanggal 19 Maret 2019 , prihal penyaluran dana desa (DD), alokasi dana pekon, tahap 1 tahun anggaran 2019 , atas dasar diatas tersebut.
Pemerintah kecamatan Krui Selatan mengadakan agenda silahturrahmi hari raya 1440 H, serta melaku kan monitoring dan evaluasi dana desa, anggaran dana pekon ADP, SPPT dan PBB Tahun 2019.
Terkait monitoring tersebut, diharapkan kepada para peratin agar menghadirkan ketua LHP, Babinsa, pengurus BUM Pekon serta membawa administrasi keuangan sebagai kelengkapannya.

Selain itu camat juga mengatakan dalam monitoring tersebut, seperti kata filosofi satu helai daun gugurpun pemimpin harus tau, dalam arti kata jika ada kejadian di dalam pekon, baik itu sifatnya dadakan ataupun darurat pemimpin pekon harus tau dan tanggap terhadap warganya.
“Contoh seperti ada salah satu warga yang sakit dan diharus kan segera mengurus kelengkapan di kantor peratin, peratin harus cepat tanggap, karna itu salah satu bentuk pelayanan yang harus kita layani sebagai abdi masyarakat ” ungkap Camat Krui Selatan.
Dalam monitoring Camat Krui Selatan beserta jajarannya dan di dampingi peratin Pekon Mandiri Sejati, Nur Kholis meninjau langsung pembuatan badan jalan sepanjang tujuh ratus meter dengan lebar enam meter.
“Kami sengaja membuka badan jalan ini , atas usulan dari masyarakat melalui mekanisme yang ada seperti musrenbang pekon, nantinya jalan ini akan tembus ke Pekon Balai Kencana yang tentunya selain sebagai jalan alternatip, jalan ini juga akan memudahkan bagi masyarakat untuk mengeluarkan hasil bumi mereka, tentu pada akhirnya bermuara kepa kesejahteraan masyarakat” tutup peratin. Eka