Kaum Milenial….!!! Implemetasi Logika Dalam Perjuangan

Oleh : Emanuel Egago. M

(Siswa SMK Papua)

Saya bukan seorang yang sudah sukses, juga bukan orang yang sudah berada pada level level tengah, namun saya adalah salah seorang yang sedang melangkah pada tahap pertama, tetapi anggap saja saya masih pada level yang dapat di pandang nol atau tidak tergolong dalam kategori higher.

Saya lahir besar di suatu Desa yang terletak di pegunungan tengah Papua ,tepatnya di Kabupaten Paniai, Desa Tuguwai disana saya habiskan waktu bersama keluarga selama lebih kurang 14 tahun dan untuk saat saya berada jauh dari famili.

sehingga saya tidak berani untuk menyatakan bahwa cara dan strategi perjuangan kehidupan saya seperti ini dan itu. Karena hanya keluarga yang bisa melihat perjuangan saya sejauh ini, ini bukan remehkan kepada tetangga atau teman teman disamping saya tetapi ini merupakan suatu realita.

Meski demikian, percayalah dalam artikel ini akan di urai sama hal dengan pengalaman hidup teman teman sekalian , karena memang pada dasarnya kita diciptakan sebagai makhluk yang fana untuk meneteskan air mata kehidupan kita, hanya dalam waktu kurang dari satu abad. Oleh karenanya, kita patut bersyukur kepada Allah yang mana selalu berikan segala yang kita butuhkan dalam kehidupan ini.

Latar Belakang
Logika kita ibarat suatu Aplikasi atau memori yang menyimpan berbagai file kehidupan, untuk itu bagaimana pun cara dan strategi kita mesti pergunakannya untuk mengimplementasikan dalam kehidupan ini.

Pemirkiran dari satu orang sama orang lain tentu berbeda juga tindakan tindakannya. Maka penulis juga tentu beda dengan teman teman sekalian sehingga penulis berharap agar kehadiran artikel ini tidak mempengaruhi kehidupan teman teman yang sebenarnya.

Juga untuk orang yang lebih tua dari penulis, sekali lagi saya mengulangi bahwa artikel ini hadir bukan untuk mempengaruhi kehidupan yang sebenarnya .

Namun, pemikiran yang mendasari saya untuk menulis artikel ini adalah berdasarkan perjalanan penulis dalam proses perjuangan selama kurang lebih 12 tahun.

Selama 12 tahun itu penulis telah berjalan dalam perjalanan berlika liku dan akan terus bersama hingga tak ada titik akhirnya, karena sebetulnya kehidupan ini adalah perjuangan yang tak mengenal dengan limitasi atau batas.

Waktu lepas waktu kita berpikir secara logika tetapi terkadang tindakan dan hasilnya tidak seperti apa yang kita harapkan. Oleh karena itu , penulis yang sadar akan sebatas pengalaman dan pengetahuan ingin membagi kepada teman teman sekalian yang lagi dahaga akan cara mengiplementasikan logika dalam perjuangan.

Sensitif
Kehidupan manusia adalah suatu proses yang harus di maknai secara detail dalam konteks memahami dan mengerti apa arti kehidupan itu, bahkan pula merasakan derajat di mana kita berada sehingga ini akan memudahkan kita dalam mencari titik kekurangan hidup.

Namun, Kekurangan kita sering kali berlebihan karena kita tak mengenal eksistensi kita?, sehingga ini menciptakan sumber di mana tidak adanya ruang evolusi kehidupan dari yang lalu ke hidup yang baru, maka timbullah di mana pentingnya sensitif dalam perjuang.

Dengan adanya sensitif manusia cenderung menciptakan wadah pribadi untuk mengoreksi diri, dan refleksi diri. selanjutnya, melahirkan buah kehidupan yang sebenarnya sehingga akan di sadarkan bahwa kehidupan seseorang harus di rasakan secara terperinci.

Oleh karena, itu milikilah dengan sensitif dalam perjuangan apapun yang anda tempuh karena ini adalah salah satu statement dari setiap perjuangan atau perjalanan yang ditempuh oleh setiap orang.

Inisiatif
Ketika manusia tidak menggunakan logika, akan di anggap sebagai suatu benda yang hanya bisa bergerak di belahan bumi pada tempat yang di tempatinya tentu tanpa berpikir sesuatu.

Selain itu, Ketika manusia dilahirkan dari rahim ibunya manusia itu tidak bisa berbicara seperti orang dewasa dan tidak langsung berjalan. Namun dia harus lalui berbagai proses terlebih dulu.

Semakin banyak mendengar banyak pula ide atau gagasan yang di milikinya, sehingga dia akan mampu untuk bebicara dan berpikir “ini contoh nyata”. Perjuangan kita ibarat suatu proses pertumbuhan anak bayi hingga usia 3 atau 4 tahun.

untuk itu, bagaimana dengan inisiatif kita dalam perjuangan ini, apakah kita sudah memikirkan hal hal baik untuk nyatakannya?, apakah kita sudah menciptakan ide ide brilian? Tentu tidak semua kita sudah lakukannya.

Saya sendiri adalah masih berada pada level yang jauh di banding teman teman sekalian.

Namun, secara pribadi untuk mendapatkan ide dan pandangan baru ,saya sering tanyakan hal hal yang belum saya ketahui kepada orang yang telah mendahului saya dengan berjuang yang sama. Salah satu orang yang sering saya minta pandangan adalah kepada Kaka Marthen Kadepa (salah satu mahasiswa STBA LIA ) di Yogyakarta. Selain itu, dengan baca buku, koran, majalah nonton video terkait di You tube, google, facebook, instagram dan lain lain.

Beberapa hal diatas ini adalah di mana sumber saya dapatkan insiatif untuk mengejar impian dan harapan saya, jika saya tidak berfikir secara logika untuk menerapkan dan mangaplikasikannya dengan eksistensi saya dimana saya berada, maka tentunya tak akan menghasilkan dan menampakan ide atau gagasan baru dalam perjuangan saya .

Untuk itu, kita harus berfikir logis dan bertindak secara logis pula agar kita bisa menciptakan inisiatif pribadi yang kokoh sesuai kodrat perjuangan kita .

Kolektif
Perkembangan dunia mendesak setiap kaum milenial sebagai pelakunya dalam abad ini, sehingga kita perluh lakukan apa yang jadi perioritas kita.

Dunia sudah canggih dalam berbagai sektor, siapa yang tidak tahu menggunakan alat elektronik sebagai media komunikasi baik secara lisan maupun tulisan?. Ini menunjukan bahwa dunia sudah jauh ketimbang masa dulu.

Sebagai siswa pada dunia edukasi tentu sudah di kenal dengan belajar mengumpulkan. Nah…! yang di maksudkan dengan bagian ini adalah bagaimana kita mengunpulkan kembali sekaligus menspekulasi kembali apa sudah kita aplikasikan dengan melatar belakangi untuk mengambil langkah selanjutnya yaitu langkah korektif dan progresif.

Solusi
Sejak kecil saya adalah anak yang paling bodoh dalam memunculkan ide ide baru, bahkan saya adalah anak yang kadang dapat rangkin dan kadang tidak di kelas sejak SD hingga SMK ,mungkin ini karena kebodohan saya jadi saya tidak perlu ulas dari titik yang a sampai ke titik z.

Namun, Semua ini telah lanjur dalam kehidupan saya karena itu dalam artikel ini saya ajak teman teman untuk memulai bersama untuk menciptakan gagasan gagasan dan pengertian perjuangan yang benar dan tepat.Saya bukan memaksa teman teman sekalian untuk wajib ikut sertakan dengan sepangkalan artikel ini, tetapi hanya masukan guys. Oleh karena itu, marihlah kita lakukan beberapa step atau langakah yang telah diuraikan.

Tinggalkan komentar