IGNews | Siantar – Kita telah melewati tahapan demi tahapan dalam menghadapi pandemi Covid- 19 yang sedang melanda dunia saat ini. Kehadiran serangan Virus Corona yang begitu menakutkan ini, sangat mengundang ketakutan dan konsentrasi konsentrasi dunia dalam memerangi bencana ini.
Khusus Negara Indonesia sendiri, dalam memutus rantai penularan Covid- 19 ini, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah banyak melakukan segala upaya, termasuk pembatasan perantau/ mahasiswa untuk pulang ke daerah masing masing. Ditambah lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sangat berefek pada kondisi ekonomi masyarakat.
Memang dalam hal ini Pemerintah Kota Pematangsiantar telah melakukan berbagai upaya penanggulangan bencana ini, termasuk membagikan 15.555 sembako kepada setiap kepala keluarga yang berstatus sebagai warga Kota Pematangsiantar.
Namun, ada hal yang harus menjadi perhatian bersama. Bahwa Pemerintah Kota Pematangsiantar sama sekali belum membuat kebijakan tentang bagaimana nasib para perantau yang ada di kota ini.
Maka dari itu, Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nias Pematangsiantar – Simalungun (HIPMA NIAS PSS) melalui Ketua Umum Yafanus Buulolo SH sangat mengharapkan Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan perhatian kepada perantau yang ada di kota ini.
“Sebab, jika para perantau tidak diperhatikan kebutuhannya oleh Pemerintah kota, kita takut akan ada hal hal buruk yang dapat memicu konflik sosial akibat dinamika ekonomi yang sedang mencekik masyarakat kita saat ini” terang Advokat Muda tersebut. Red01