IGNews | Siantar – Hakkikatnya proyek bersumber dari APBN dan APBD untuk memperbaiki infrstruktur, namun yang terjadi dijalan Pdt. J. Wismar Saragih malah proyek penanaman riol beton sedalam ±5 meter didalam tanah dengan pagu anggaran ratusan juta bersumber dari APBD TA 2021 Kota Pematangsiantar mengakibatkan bahu jalan retak panjang dibeberapa titik dan saat ini bahu jalan seluas 1meter dari garis luar jalan sudah terlihat mulai anjlok atau turunya permukaan bahu jalan.
Hal ini membuat geram warga setempat, dimana diketahui Dinas PUPR Kota Pematangsiantar bersama rekanan selaku pihak pelaksana lapangan tidak peduli akan keretakan bahu jalan dan ancaman amblasnya beberapa meter bahu jalan akibat pemadatan bekas galian alat berat tidak sempurna, bahkan dapat dikategorikan rekanan tidak mengembalikan fasilitas umum yang rusak dampak pekerjaan hampir menyerupai bentuk, kekuatan dan keadaan semula.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kota Pematangsiantar, Dedi T Setiawan yang baru saja ditugaskan diharapkan memanggil pemborong untuk mengembalikan bahu jalan yang mengalami amblas dan retak sesuai atau hampir mengerupai dengan keadaan maupun kondisi semula.
Syamp Siadari warga yang bermukim tidak jauh dari titik lokasi proyek dan juga selaku Ketua LSM Forum13 Indonesia menyayangkan sikap dan kebijakan Dinas PUPR Kota Pematangsiantar yang tidak tegas menyuruh rekanan mengembalikan kondisi bahu jalan kepada kondisi semula, malah belakangan rekanan maupun Dinas PUPR hanya menabur tanah urug pada sisi jalan yang sebelumnya kurang padat sehingga mengakibatkan turunya bahu jalan dan mengalami keretakan, Jumat (18/3/2022).
“Dengan kondisi bahu jalan yang saat ini mengalami penurunan permukaan dan adanya beberapa titik keretakan, sehingga adanya kesengajaan merusak fasilitas umum yang merupakan aset negara, siapakah yang salah..?” tanya Syamp.
“Bukankah sudah ada aturanya bila satu proyek fisik yang bersinggungan langsung dengan fasilitas umum lainya dalam hal ini jalan Pdt. J. Wismar Saragih semua kerusakan maupun perubahan fasilitas umum yang dimaksud dikembalikan sesuai kondisi sebelumnya?” pungkas Syamp.
“Kami warga sekitar yang setiap hari lalu lalang melintasi jalan tersebut dalam kehidupan sehari hari berharap supaya Dinas PUPR maupun pemborong segera melalukan perbaikan supaya permukan bahu jalan tidak semakin amblas dan keretakan menyatu semakin memanjang sehingga bahu jalan rusak” pintanya.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pematangsiantar, Dedi T Setiawan sampai berita ini dipublia masih berupaya dimintai keteranganya. *