Korekan Bahu Jalan di Sidikalang Banyak Makan Korban, Hak Hidup Warga Dairi Terancam…!!!

Salah satu korekan dibahu jalan yang telan korban hingga masuk RS Sidikalang, Selasa (29/11).

IGNews | Dairi – Proyek pekerjaan pemeliharan rutin jalan nasional Kota Sidikalang sumber anggaran APBN maupun anggaran dari Provinsi Tahun Anggaran 2022 banyak memakan korban.

Pekerjaan pengorekan bandan jalan tersebut sudah hampir sebulan di biarkan oleh rekananya tanpa ada di beri tanda atau plank agar supaya pengendara hati hati.

Dari sejak dilakukanya pengorekan badan jalan, baik di jalan SM Raja Kota Sidikalang hingga ke Jalan Pahlawan, terdata sudah ada 7 korban masuk rumah sakit akibat terperosok akibat dalamnya lubang dibadan jalan yang dikorek.

Bahkan, pada minggu lalu, ada dua unit mobil hancur. Kejadiannya di Jalan Pahlawan satu unit mobil Grand Max menabrak trotoar dekat jembatan akibat pecah ban karena terkena pinggiran bekas korekan jalan tersebut dan satu lagi di Jalan SM Raja satu unit mobil Inova.

Meski sudah pernah ditegur baik dengan pemberitaan, namun sepertinya rekanan dan pekerja proyek terkesan tidak mau tau.

Jhon olo Sinuhaji, salah seorang orangtua korban akibat terperosok kelubang galian jalan di Jalan SM Raja Sidikalang merasa sangat kesal, 3 hari yang lalu anak gadisnya dilarikan ke RSUD Sidikalang oleh warga. Sekujur tubuhnya dipenuhi luka akibat terperosok ke dalam lubang galian. Sepeda motor yang di tumpanginya ringsek, untung pada saat kejadian lalu lintas sedang sepi.

“Untung saja ada warga yang melihat waktu kejadian boru kita itu, lalu lintas sedang sepi yang mana juga pada saat kejadian hujan gerimis. Dibawalah anak boru kita kerumah sakit sama mereka, jadi mohonlah kepada pemborong jalan itu biar cepat ditutup badan jalan itu.Apa lgi di setiap galian tidak di buat palank himbauan hati hari bagi pengguna jalan” kata Jhon Olo, Selasa (29/11/2022).

Informasi yang di himpun, pekerjaan pemeliharaan rutin jalan nasional Kabupaten Dairi – Sumatera Utara ini berbiaya Milyaran Rupiah. Namun pekerjaanya diduga tidak sesuai dengan standart tertentu.

Pasalnya, infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Agar tetap mampu berperan dengan baik, infrastruktur jalan harus dijaga kualitasnya melalui pemeliharaan baik rutin maupun berkala.

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 13 /PRT/M/2011 tentang Tata Cara Pemeliharaan dan Penilikan Jalan, pemeliharaan rutin jalan adalah kegiatan merawat serta memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada ruas-ruas jalan dengan kondisi pelayanan mantap.

Jalan dengan kondisi pelayanan mantap adalah ruas ruas jalan dengan kondisi baik atau sedang sesuai umur rencana yang diperhitungkan serta mengikuti suatu standar tertentu.

Selain pemeliharaan rutin, diperlukan juga pemeliharaan berkala untuk pencegahan terjadinya kerusakan yang lebih luas agar penurunan kondisi jalan dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana. Pada kondisi yang lebih parah, diperlukan penanganan berupa rehabilitasi untuk menangani kerusakan yang tidak diperhitungkan .

“Nah berpedoman dengan peraturan Menteri Pekerjaan Umum Tahun 2011, apakah peraturan tersebut dilaksanakan oleh pihak rekanan di lapangan, kenyataanya masih terlihat di sepanjang badan Jalan Nasional Kota Sidikalang tidak di lakukan pemeliharaanya secara serentak ini perlu kita pertanyakan ke rekananya” kata Jhon olo salah seorang penggiat media sosial di Dairi. Bob

Tinggalkan komentar